Social Icons

Pages

Kamis, 17 Mei 2012

Pengembangan SAINS untuk Anak Usia Dini


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Sains
Kata sains berasal dari bahasa latin ” scientia ” yang berarti pengetahuan.berdasarkan webster new collegiate dictionary definisi dari sains adalah “pengetahuan yang diperolehmelalui pembelajaran dan pembuktian” atau “pengetahuan yang melingkupi suatu kebenaran umum dari hukum – hukum alam yang terjadi misalnya didapatkan dan dibuktikan melalui metode ilmiah. Sains dalam hal ini merujuk kepada sebuah sistem untuk mendapatkan pengetahuan yang dengan menggunakan pengamatan dan eksperimen untuk menggambarkan dan menjelaskan fenomena – fenomena yang terjadi di alam .
pengertian sains jugamerujuk kepada susunan pengetahuan yang orang dapatkan melalui metode tersebut. atau bahasa yanglebih sederhana, sains adalah cara ilmu pengetahuan yang didapatkan dengan menggunakan metode tertentu.
Sains dengan definisi diatas seringkali disebut dengan sains murni, untuk membedakannya dengan sains terapan, yang merupakan aplikasi sains yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan manusia. ilmu sains biasanya diklasifikasikan menjadi dua yaitu :
-          Natural sains atau Ilmu pengetahuan Alam
-          Sosial sains atau ilmu pengetahuan sosial
berikut ini adalah contoh dari begitu banyak pembagian bidang – bidang sains, khususnya natural sains atau IPA anatara lain:
  • BIOLOGI (Biology)              : Anatomi,biofisika,genetika, Ekologi, Fisiologi, taksonomi, virulogi, zoologi, dll
  • KIMIA (Chemistry)              : Kimia Analitik, Elektrokimia, Kimia organik, kimia anorganik, ilmu material, kimia polimer, thermokimia
  • Fisika (Physics)                      : Astronomi, fisika nuklir, kinetika, dinamika, fisika material, optik, mekanika quantum, thermodinamika
  • Ilmu Bumi (Earth Science)   : Ilmi lingkungan, geodesi, geologi, hydrologi, meteorologi, paleontologi, oceanografi.
B.     Pentingnya Sains Bagi Anak Usia Dini

Cukup sulit memunculkan suatu pengertian sains yang dapat diterima oleh semua pihak, termasuk oleh para ahli atau orang-orang yang berkecimpung dalam bidanganya. Terkadang pengertian yang satu tidak selaras, bahkan seperti bertentangan dengan pengertian lainnya. Hal ini terjadi paling tidak diakibatkan oleh 2 hal yang paling mendasar. Pertama, karena sangat luasnya ruang lingkup kajian dan eksplorasi dalam keilmuan bidang sains, sehingga memungkinkan para sainstis dalam menggali dan mengembangkannyadapat meninjau dari berbagai sudut pandang yang relative berbeda, kedua, karena sifat sains yang dinamis, yaitu berkembang terus menerus seiring dengan berbagai usaha dan explorasi manusia dari waktu ke waktu untuk menemukan hakekatnya, sehingga berbagai perspekif baru setiap kali dapat saja ditemukan dan dikemukakan kepada masyarakat.
Meskipun titik temu konsep tentang sains yang bersifat standard dan dapat diterima oleh semua fihak sulit dikemukakan, tetapi batasan-batasan yang bersifat mendasar (substansi) dapat dimunculkan dari berbagasi dimensi. Dari sudut bahasa, sains atau Science (Bahasa Inggris), berasal dari bahasa latin, yaitu dari kata Scientia, artinya pengetahuan. Tetapi pernyataan tersebut terlalu luas dalam penggunaan sehari-hari, untuk itu perlu dimunculkan kajian etimologi lainnya. Para ahli memandang batasan etimologis yang tepat tentang sains yaitu dari bahasa Jerman, hal itu dengan merujuk pada kata Wissenchaft, yang memiliki pengertian pengetahuan yang tersusun atau terorganisasikan secara sistematis.
Dari uraian diatas dapat ditarik pengertian sains secara substansial. Berdasar definisi-definisi yang telah disajikan, dapat disimpulkan bahwa sains dapat dipandang baik sebagai suatu proses, maupun hasil atau produk, serta sebagai sikap.

C.    Tujuan pengenalan sains
Pembelajaran sains untuk anak usia dini difokuskan pada pembelajaran mengenai diri sendiri, alam sekitar dan gejala alam. Pembelajaran Sains pada anak usia dini memiliki beberapa tujuan, diantaranya yaitu :
1. Membantu pemahaman anak tentang konsep sains dan keterkaitannya dengan kehidupan sehari-hari.
2. Membantu menumbuhkan minat pada anak usia dini untuk mengenal dan memperlajari benda-benda serta kejadian di lingkungan sekitarnya.
3. Membantu anak agar mampu menerapkan berbagai konsep sains untuk menjelaskan gejala-gejala alam san memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
4. Membantu anak usia dini untuk dapat mengenal dan memupuk rasa cinta kepada alam sekitar sehingga menyadari keagungan Tuhan Yang Maha Esa
D.    Materi sains bagi anak usia dini

Ada beberapa materi sains yang sesuai untuk anak prasekolah terutama usia 5-6 tahun. Pembelajaran topik-topik sains hendaknya lebih bersifat memberikan pengalaman tangan pertama (first-hand experience) kepada anak, bukan mempelajari konsep saians yang abstrak. Selain itu pembelajaran sains hendaknya mengembangkan kemampuana observasi, klasifikasi, pengukuran, mengunakan bilangan dan mengidentifikasi hubungan sebab akibat. Materi tersebut antara lain:
1.            Mengenal gerak
Anak sangat senang bermain dengan benda-benda yang dapat bergrak, memutar, menggelinding, melenting, atau melorot. Ada beberpa kegiatan untuk mengenalkan anak dengan gerakan, antara lain:
a.      Menggelinding dan bentuk benda
Materi ini menyadarkan anak akan sebab-sebab timbulnya gerakan pada benda. Kemiringan papan, bentuk benda slilidris dan kotak, halus kasarnya permukaan benda ikut mempengaruhi kecepatan gerakan. Materi ini juga dapat melatih kemampuan observasi.

b.      Menggelinding dan ukuran benda
Bermain dengan cara menggelindingkan benda-benda dengan berbagai ukuran akan membantu siswa untuk mengenal bahwa besar kecil, berat ringannya suatu benda akan mempengaruhi gerak benda tersebut. Meteri ini juga melatih kemampuan observasi pada anak.

2.      Mengenal benda cair
Bermain dengan air merupakan salah satu kesenangan anak. Pendidik dapat mengarahkan permainan tersebut agar anak dapat memiliki berbagai pengalaman tentang air. Air senantiasa menyesuaikan bentuknya dengan bentuk wadahnya. Air mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yng lebih rendah atau dari tempat yang bertekanan tinggi ke tempat yang bertekanan rendah.
Berbagai kegiatan n dengn air, antara lain:
a.      Konservasi volume
Kegiatan ini merupakan cara untuk melatih anak memahami isi atau volume benda cair. Anak Pra operasional belum dapat memahami konservasi volume (Piaget 1972). Oleh karena itu memperkenalkan anak dengan bejana yang dapat diisi akan membantu anak memahami konservasi volume. Sambil mengisi botol besar, lalu memindahkan ke botol yang lebih kecil dan sebalaiknya, anak belajar mengunakan bilangan untuk menghitung banyaknya air yang dimasukkan ke botol tersebut. Anak juga akan berlatih memahami pengertian lebih banyak dan lebih sedikit. Kegiatan ini sebaiknya dilakukan di luar kelas. Agar tidak basah, sebaiknya anak diminta memakai rompi plastik.

b.      Tenggelam dan terapung
Kegiatan ini dapat dilakukan di kelas atau di luar kelas. Jika di kelas, beri alas plastik dan koran agar air tidak mmbasahi tempat. Tujuan kegiatan ini adalah agar anak diberi pengalaman bahwa ada benda yang tenggelam an ada yang terapung. Anak sering mengira benda yang berukuran kecil terapung dan yang besar tenggelam. Tenggelam atau terapung tidak ditentukan oleh ukuran benda melainkan oleh berat jenis benda

c.       Membuat benda terapung
Tujuan kegiatan ini addalah untuk mengenalkan pada anak bahwa benda yang tenggelam dapat dibuat terapung. Dari kegiatan ini pula anak akan memahami, mengapa perahu yang berat dapat terapung.

d.      Larut dan tidak larut
Sebagian benda larut ke dalam air dan sebagian lagi tidak. Gula, garam dan warna pada teh larut dalam air sehingga akan membentuk larutan. Jika larutan dibiarkan, maka akan membentuk endapan, kecuali jika airnya diuapkan semua. Benda lain tidak larut dalam air, seperti tepung, pasir dan minyak. Jika benda tersebut dicampur dengan air maka tidak akan membentuk larutan, tetapi membentuk campuran. Campuran kelihatan tidak homogen dan jika diendapkan, maka akan terlihat adanya endapan.
e.       Air mengalir
Air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah karena gravitasi bumi. Air dari tempat yang lebih rendah dapat dialirkan ke tempat yang lebih tingi dengan menambah tekanan, misalnya dengan pompa air. Anak sangat senang bermain dengan air mengalir dan memperoleh pengalaman langsung yang kelak akan berguna untuk mempelajari sains.

f.        Mengenal sifat berbagai benda cair
Melalui kegiatan ini anak diperkenalkan bahwa benda cair itu bermacam-macam, tidak hanya air. Benda-benda cair itu juga memiliki sifat yang berbeda.

3.      Mengenal timbangan (neraca)
Neraca sangat baik untuk melatih anakmenghubungkan sebab akibat karena hasilnya akan nampak secara langsung.jika beban di satu lengan timbangan di tambah, maka beban akan turun. Demikian pula jika beban di geser menjauhi sumbu. Berbagai benda memiliki massa jenis berbeda. Kapas dan spon memiliki massa jenis yang lebih kecil dibanding besi dan batu, meskipun batu dan besi ukurannya kecil tetapi akan lebih berat dari kapas atau spon.

4.      Bermain gelembung sabun
Anak sangat menyukai bermain dengan gelembung sabun. Dengan menambahkan satu sendok gliserin pada dua liter air, larutan sabun, akan diperoleeh larutan yang sabun yang menakjubkan yang dapat digunakan untuk membentuk gelembung raksasa, jendela kaca, atau bentuknya lainnya dari busa..

5.      Mengenal benda-benda lenting
Benda-benda dari karet pada umumnya memuliki kelenturan sehingga mampu melenting jika dijatuhkan. Demikian pulla benda dari kare yang diisi udara , seperi bola basket, bola voli dan bola plastik. Anak sangat senang bermin dengan benda-benda tersebut.

6. Mengenal Binatang
Binatang merupakan mahluk yang menarik bagi anak-anak karena mampu merespon rangsang. Anjing, misalnya mampu mengembalikan bnda-benda yang dilemparkan pemiliknya. Anak kucing akan mengejar dan menerkam benda-benda yang bergerak. Meskipun masih diperdebatkan dari segi sanaitasi dan higienisnya, memelihara hewan peliharaan dapat mengembangkan rasa kasih dan sayang pada anak. Melalui binatang anak akan belajar banyak tentang mahluk tersebut. Oleh karena itu di nagara-negara maju, kebun binatang dilengkapi dengan pojok sains (sains center) dimana anak dapat berinteraksi dengan bintang yang jinak dan bersih sambil memperlajarinya. Ada beberapa keuntungan yang diperoleh anak jika berinteraksi dengan binatang. Pertama, anak belajar mengenal dan menghargai mahluk hidup, ia belajar bahwa mahluk hidup memerlukan makanan, papan dan kasih sayang. Kedua, anak belajar untuk menyayangi binatang yang pada akhirnya akan menumuhkan rasa kasih sayang pada mahluk hidup.


E.     Strategi pembelajaran sains
Untungmengenalkanpembelajaransainspadaanakusiadiniadalahsebagiaberikut :
1. Bersifat konkrit
Benda-benda yang digunakan bermain dalam kegiatan pembelajaran adalah benda yang konkrit (nyata). Pendidik tidak dianjurkan untuk menjejali anak dengan konsep-konsep abstrak. Pendidik sebaiknya menyediakan berbagai benda dan fasilitas lainnya yang diperlukan agar anak dapat menemukan sendirri konsep tersebut.

2. Hubungan sebab akibat terlihat secara langsung
Anak usia 5-6 tahun masih sulit menghubungkan sebab akibat yang tidak terlihat secara langsung karena pikiran mereka yang bersifat transduktif. Anak tidak dapat menghubungkan sebab-akibat yang tidak terlihat secara langsung. Jika anak melihat peristiwa secara langsung, membuat anak mampu mengetahui hubungan sebab akibat yang terjadi. Sains kaya akan kegiatan yang melatih anak menghubungkan sebab akibat
.

3. Memungkinkan anak melakukan eksplorasi
Kegiatan sains sebaiknya memungkinkan anak melakukan eksplorasi terhadap berbagai benda yang ada disekitarnya. Pendidik dapat menghadirkan objek dan fenomena yang menarik ke dalam kelas. Misalnya guru menghadirkan induk kucing dengan anaknya, atau ulat yang akan menjadi kepompong. Anak akn merasa senang memperhatikan perilaku dan perubahan yang terjadi terhadap binatang tersebut. Bermain dengan air, magnet, balon, suara atau bayang-bayang akan membuat anak sangat senang. Anak juga akan dapat menggunakan hampir semua panca indranya untuk melakukan eksplorasi atau penyelidikan.

4. Memungkinkan anak menkonstruksi pengetahuan sendiri.
Sains tidak melatih anak untuk mengingat berbagai objek, tetapi melatih anak mengkonstruksi pengetahuan berdasarkan objek tersebut. Oleh karena itu kegiatan pengenalan sains tidak cukup dengan memberitahu definisi atau nama-nama objek, tetapi memungkinkan anak berinteraksi langsung dengan objek dan memperoleh pengetahuan dengan berbagai inderanya dari objek tersebut. Oleh sebab itu sangat tidak tepat jika memperkenalkan anak berbagai objek melalui gambar atau model. Anak membutuhkan objek yang sesungguhnya.

5. Memungkinkan anak menjawab persoalan ”apa” dari pada ”mengapa”
Keterbatasan anak menghubungkan sebab akibat menyebabkan anak sulit menjawab pertanyan ”mengapa”. Pertanyaan tersebut harus dijawab dengan logika berfikir sebab akibat. Jika anak bermain dengan air di pipal lalu anak ditanya ”apa yang akan terjadi jika ujung pipa dinaikkan?”. Anak dapat menjawab, ”air akan mengalir melalui ujung yang lain yang lebih rendah.” tidak perlu anak ditanya ”mengapa jika ujung ini dinaikkan, air akan mengali ke ujung yang lebih rendah”? Hal itu tidak akan dapat dijawab oleh anak. Sering anak menerjemahkan pertanyaan ’mengapa” dengan ”untuk apa”, sehingga pertanyaan mengapa akan dijawab ”agar” atau ”supaya” .

F.     Evaluasipenegnalan sains bagi anak usis dini
EvaluasipembelajaranAnakUsiaDinimengacupadaPeraturanMenteriPendidikanNasionalnomor 58 tahun 2009.

TujuanEvaluasiPembelajaranAnakUsiaDini:
1. DIAGNOSIS
Mengenaliketerhambatanperkembangananakdanmencaripenyebabkelambatananakdalambelajar. 
2. PENEMPATAN
Menentukankelompokbelajaranaksesuaidengankebutuhanlayanan yang diberikan. 
3. MERENCANAKAN PROGRAM
Setelahmengidentifikasijenisperlakuanpada program/layanan, makahasilpenilaiandapatdigunakanuntukmerencanakan program berikutnyaberdasarkankeefektifan (kemanjuran) sebuah program. 
4. PENELITIAN
Penelitimelakukanpenelitianterhadapanak-anakuntuklebihmemahamiperilakumereka/ untukmengukurkecocokanpengalaman yang diperolehdenganpengalaman yang ditawarkan.

PerbedaanMaknaIstilahTes, Pengukuran, Penilaian, danEvaluasi: 
1. TES
Tugas yang diberikankepadaanakuntukmengetahuidampakperlakuan yang diberikankepadanya (Gilbert Sax, 1980).
ContohPerlakuan:
“Anakmendengarkandongeng –KancildanTimun-“
ContohDampakPerlakuan:
Anakmengenaltokoh-tokohdongeng.
Anakdapatmeniruteladanpositifdaritokohdongeng.
2. PENGUKURAN
Proses pemberianperingkat (angka/huruf/simbol) padakemampuan yang dimilikianakberdasarkanaturan main yang disepakati (Ebel, 1972).
ContohKemampuan:
Mengguntinggarisberbentuksegitiga.
ContohAturan Main:
Kriteriamengguntinggaris.
ContohPeringkat:
0,1,2,3 (angka) ; A,B,C,D (huruf) 


3. PENILAIAN
Proses pengumpulaninformasi yang digunakanuntukmembuatkeputusantentanganak (Anthony J. Nitko, 1996)
Contohinformasi yang dikumpulkan:
Perkembanganbahasa.
ContohKeputusan:
Anaksampaipadatahapmengenalhuruf.
Anaksampaipadatahapmengenalsuku kata awal yang sama.
Anaksampaipadatahapmengenal kata.
Anaksampaipadatahapmengenalkalimatsederhana. 
4. EVALUASI
Proses menggambarkankeadaanevaluasi (subjekyang dievaluasi) danmemutuskankeuntungandankerugiannya (GubadanLlincoln, 1985)
ContohMenggambarkanKeadaan:
Pembelajaranberdasarkanminatmemerlukan media pembelajaran yang beragamdanmenyebabkanbiayaoperasionalpendidikanmeningkat.
ContohKeputusan:
Anakbelajardengansenanghati (keuntungan) danbiayapendidikanmahal (kerugian)



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Dalambeberapatahunterakhirini, belajar IPA (sainsdanmatematika) di berbagaisekolah di Indonesia menunjukkanhasil yang kurangmemuaskan.Inimenandakanpenyadaransainspadagenerasimendatangmasihharusdilakukansecaraterus-menerus.Sebabempatcabangilmu yang sangatdiperlukandalampengembanganteknologiadalahfisika, kimia, biologi modern, danmatematika.Keempatcabangilmuinilah yang kemudiandisebutsebagaisainsdanmatematika.
Saatiniterjadikontroversimengenaipembelajaranpadapendidikananakusiadini. Mungkinkahanakusiadinidiberimateripelajaran, diajarimembaca, menulis, danberhitung? Menurut Jerome Bruner, setiapmateridapatdiajarkankepadasetiapkelompokumur. Tentucara-caranyadisesuaikandenganperkembanganumurmasing-masing.
Dalampendidikananak-anakusiadini, peran orang tuasangatdominan. Sebab, sebagianbesarwaktunyaada di rumah, meskiselanjutnyapendidikantetapberlangsung di rumah, sekolah, dan di dalammasyarakat.Dengandemikian, orang tuamempunyaikewajiban pula dalammenyadarkanpesertadidikmengenaiartipentingsainsdanmatematika.
Benyamin S Bloom dariUniversitas Chicago AS pernahmengatakan, seoranganakjikadiperlakukanbenardapatberkembanglebihtinggi, hiduplebihbaik, danberpikirlebihcemerlang.
Matematikasebagaiilmudasarmemilikiobjek yang abstrak, memilikipolapikirdeduktif, dankonsistensi yang tidakdapatdipisahkandariperkembanganilmupengetahuandanteknologi (iptek).Melihatmaterinya, sainsadalahmaterifenomenaalam yang telahtersedia di sekelilingkita.Dengandemikian, belajarsainssebenarnyadapatdilakukanolehsetiapindividu, dengancaramengamatikejadianalam di sekelilingkitadenganseksama.

B.     Rumusan Masalah
1.    Apa Pengertian Sains ?
2.    Apa pentingnya sains bagi anak usia dini ?
3.    Apakah tujuan pengenalan sains itu ?
4.    Apa saja materi sains bagi anak usia dini ?
5.    Apa saja strategi pembelajaran sains ?
6.    Bagaimana evaluasi pengenalan sains bagi anak usia dini ?
C.    Tujuan Penulisan
1.    Mengetahui Pengertian Sains
2.    Mengetahui pentingnya sains bagi anak usia dini
3.    Mengetahui tujuan pengenalan sains itu
4.    Mengetahui materi sains bagi anak usia dini
5.    Mengetahui strategi pembelajaran sains
6.    Mengetahui macam evaluasi pengenalan sains bagi anak usia dini



BAB III
PENUTUP
A.             Kesimpulan
  Kehidupan anak tidak dapat lepas dari sains, kreativitas dan aktivitas sosial. Makan, minum, menggunakan berbagai benda yang ada di rumah seperti radio, TV, dan kalkulator tidak lepas dari sains dan teknologi. Oleh sebab itu, guru hendaknya dapat menstimulasi anak dengan berbagai kegiatan yang terkait dengan sains dan teknologi. Untuk itu, seorang guru perlu mempelajari konsep-konsep keilmuan dan cara pengajarannya.
  Sains juga melatih anak menggunakan lima inderanya untuk mengenal berbagai gejala benda dan gejala peristiwa. Anak dilatih untuk melihat, meraba, membau, merasakan dan mendengar. Semakin banyak keterlibatan indera dalam belajar, anak semakin memahami apa yang dipelajari. Anak memperoleh pengetahuan baru hasil penginderaanya dengan berbagai benda yang ada disekitarnya. Pengetahuan yang diperolehnya akan berguna sebagai modal berpikir lanjut. Melalui proses sains, anak dapat melakukan percobaan sederhana. Percobaan tersebut melatih anak menghubungkan sebab dan akibat dari suatu perlakuan sehingga melatih anak berpikir logis.
Dalam pembelajaran sains, anak juga berlatih menggunakan alat ukur untuk melakukan pengukuran. Alat ukur tersebut dimulai dari alat ukur nonstandar, seperti jengkal, depa atau kaki. Selanjutnya anak berlatih menggunakan alat ukur standar. Anak secara bertahap berlatih menggunakan stuan yang akan memudahkan mereka untuk berfikir secara logis dan rasional. Dengan demikian sains juga mengembangkan kemampuan intelektual anak.






DAFTAR PUSTAKA



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 

Sample text

Sample Text